Tuesday, February 17, 2026

Perang Wangi

Sewaktu angin berhembus lembut
Aroma wangi mencium dinginnya malam
Setiap tetes parfum menyemarakkan
Pada cinta yang pernah bersemi

Beberapa minggu setelah berpisah
Dalam sunyi, suara hatiku bergetar
Antara harapan dan kerinduan
Terdengar deru parfum yang tak kunjung sirna

Sekian tahun berlalu
Masing-masing jalani hidup baru
Namun, aroma itu seakan tak ingin pergi
Menyisakan jejak, mengingatkan memori

Kau dan aku bagai bayang-bayang
Mendekat lalu menjauh di antara waktu
Dengan parfum, dengan kisah
Yang kini menjadi memoriku, kenangan kita

Namun, meski pahit pergi
Aroma baru akan datang
Menyadarkanku untuk kembali
Mencari jati diri dalam wangi yang berbeda

No comments:

Post a Comment

Popular