Lusi menatap peta dunia di dinding kamarnya, jari-jarinya menelusuri jalur‑jalur biru yang menghubungkan Jakarta ke kota‑kota megah di Timur Tengah. Di balik mata yang bersinar itu, tersimpan impian‑impian yang tak hanya milik dirinya: menopang ayah‑ibu yang kini mulai menua, mengukir jejak bagi adik‑adik yang masih menapaki bangku SMA, dan menyiapkan masa depan yang tak terlepas dari kepastian keuangan.
Lulus sarjana teknik industri dengan predikat cum laude, Lusi diterima di sebuah perusahaan multinasional yang berpusat di Abu Dhabi. Tawaran kerja itu datang bersamaan dengan beasiswa pelatihan manajemen proyek—kesempatan yang tak bisa ditolak.









