Halaman:

Saturday, March 7, 2026

Ngabuburit di Mall, Cinta di Sudut Foodcourt

Matahari mulai turun perlahan, menebarkan cahaya keemasan yang menembus kaca‑kaca gedung. Aku berdiri di antara deretan kios pakaian, menunggu waktu maghrib sambil menatap jam tangan yang berdetak. Ngabuburit dulu sering kujalani dengan membuat gambar vector, nonton short video, main game atau sekadar mendengarkan musik. Kali ini, cuaca yang hangat dan tidak mendung, aku memutuskan menghabiskan sore di Mall Galaxy—tempat yang biasanya cuma cuci mata atau belanja, kini menjadi arena yang tak terduga.

Aku menelusuri lorong‑lorong yang dipenuhi aroma parfum, baju, dan kopi yang menguar dari kafe‑kafe. Di salah satu sudut foodcourt, seorang gadis duduk sendirian di kursi berwarna biru. Di hadapannya tersedia semangkuk ramen yang masih mengepulkan asap putih, namun ia tak menyentuhnya sedikit pun. Ia duduk diam, sesekali memegang sumpit lalu meletakkannya lagi, menatap mangkuk itu dengan tatapan yang sulit ditebak.

Lembar Catatan Terakhir

Malam itu berwarna keemasan, cahaya lampu jalan memantul pada trotoar basah setelah hujan gerimis menurunkan sentuhan lembutnya pada kota. Di sebuah kafe kecil yang terletak di sudut Jalan Kemang, aroma kopi dan vanilla mengalir perlahan, menenangkan siapa saja yang melangkah masuk.

Firzi sudah berada di sana, duduk di sudut paling jauh, menatap jendela kaca besar yang menampilkan panorama lampu kota. Di tangannya ada secangkir latte art yang sudah hampir habis, namun tidak mengganggunya. Ia menunggu, bukan karena harus menunggu, melainkan karena menunggu sesuatu yang sederhana: kehadiran Viola.

Friday, March 6, 2026

Bunga Zephyra

Di tengah belantara yang diselimuti kabut tipis, tumbuh sekumpulan bunga langka bernama Zephyra. Bunga ini menyerupai matahari senja yang terperangkap di bumi; kelopaknya berwarna ungu keemasan dengan tekstur halus bagaikan sutra. Kaum bijak meyakini Zephyra bukan sekadar tumbuhan, melainkan nafas "Kehidupan Hutan". Dikenal karena kemampuannya meremajakan kulit dan menyembuhkan penyakit mematikan, keberadaannya memicu perdebatan abadi: apakah keajaiban alam seharusnya menjadi hak monopoli segelintir orang, atau anugerah yang harus mengalir untuk kebaikan bersama.

Musim kemarau tahun itu terasa lebih kejam. Tanah retak dan udara kering membawa wabah misterius ke Desa Seri Wangi. Ratusan penduduk terbaring lemah, tubuh mereka mengalami demam sementara kulit mengelupas seperti kulit pohon kering. Di tengah keputusasaan, Pak Jaya, seorang ahli kimia dengan rambut yang sudah beruban, muncul membawa seberkas harapan. Setelah membedah naskah kuno yang rapuh, ia yakin hanya Zephyra yang bisa menjadi penangkal. Namun, takdir bermain curang; percakapan ringannya dengan kepala desa tersedot oleh telinga yang salah. Dewi Ratna, seorang wanita dengan ambisi setajam pisau, mendengar semuanya. Baginya, Zephyra bukanlah kesembuhan, melainkan kunci menuju tahta kekayaan dan kekuasaan.

Raja Tanpa Mahkota

Di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan yang nggak pernah tidur, berdiri tegak gedung kaca megah bertuliskan logo emas: PT. Titan Kencana. Di lantai paling atas, seorang pria bernama Raden Hengki Pratama berdiri santai sambil memandang keluar jendela. Di dunia bisnis, orang lebih sering memanggilnya "Hengki Sang Raja".

Hengki ini bukan main-main. Dia nggak cuma jago main saham logam mulia, tapi juga ahli dalam "memainkan" orang. Kompetitor yang berani melawannya? Nasibnya selalu: bangkrut, atau hilang entah ke mana.

Wednesday, March 4, 2026

Pendaki Gunung yang Menemukan Cinta

Kabut pagi menari di antara pucuk‑pucuk pinus, menguar wangi tanah basah yang baru saja dipeluk hujan. Di kaki Gunung Kelam, sebuah puncak berabad‑abad yang menyimpan ribuan cerita, seorang pria berdiri dengan sepatu boot berderak‑derak di atas bebatuan. Nama dia Evan, pendaki berpengalaman yang pernah menaklukkan puncak‑puncak tertinggi. Namun kali ini, ia datang bukan untuk menambahkan satu lagi gelang‑gelang prestasi di pergelangan tangannya. Ia datang untuk mencari… jawaban.

Evan menatap lurus ke arah lereng yang berselimut salju tipis. Angin menembus jaketnya, menyingkapkan kebekuan yang tak hanya menyentuh kulit, melainkan menggoreskan jejak‑jejak lama di hati. Tiga tahun lalu, ia kehilangan May, kekasihnya yang selalu menemaninya dalam setiap pendakian. Kepergian May menimbulkan lubang yang tak pernah terisi; setiap langkah di gunung menjadi pengingat, setiap puncak yang diraih terasa hampa. Ia berpikir, mungkin di puncak Gunung Kelam, ia akan menemukan kedamaian—atau setidaknya, sebuah akhir yang layak.

Waspada Keracunan Jamur: Benarkah Enoki, Tiram, dan Shiitake Bisa Berbahaya?

Jamur merupakan bahan makanan favorit banyak orang. Teksturnya yang kenyal dan kemampuannya menyerap bumbu membuat jamur seperti Enoki, Tiram, dan Shiitake menjadi "bintang" di berbagai masakan, dari hot pot hingga tumisan.

Namun, di balik kelezatannya, tersimpan potensi bahaya yang sering diabaikan: Keracunan Jamur. Banyak yang berpikir jamur yang dijual di supermarket aman 100%, tetapi faktanya, pengolahan yang salah bisa mengubah hidangan lezat menjadi bencana kesehatan.

Tuesday, March 3, 2026

Genshin Impact: Game RPG Open World yang Mendunia

Genshin Impact adalah game action RPG gratis yang dikembangkan dan diterbitkan oleh miHoYo, sebuah perusahaan pengembang game asal Tiongkok. Dirilis pada September 2020, game ini langsung mendapatkan perhatian besar dari gamer di seluruh dunia berkat gameplay-nya yang menarik, grafis yang memukau, dan dunia terbuka yang luas.

Misteri Aroma di Rumah Tua

Setiap kali seseorang singgah ke rumah tua di tepi sungai itu, disana seakan menyimpan misteri: aroma vanili yang lembut berpadu dengan cendana yang hangat. Bukan sekadar wangi, melainkan pesan yang tak terlihat — seolah rumah itu sendiri mengingatkan bahwa kebersamaan selalu meninggalkan jejak, bahkan ketika waktu memisahkan.

Sunday, March 1, 2026

✨ Resep Kue Seledri Renyah & Gurih

Kue seledri 🌿 Sederhana bahannya, tapi wanginya khas banget. Gurih, renyah, dan bikin nostalgia jajanan kampung. Siapa yang masih suka nyemil ini?

Bahan:

250 gram tepung terigu
50 gram tepung tapioka
1 butir telur
2 sdm margarin (lelehkan)
3 sdm daun seledri, iris halus
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
½ sdt gula pasir (opsional)
± 80–100 ml air (secukupnya sampai adonan kalis)

Minyak untuk menggoreng

Cara singkat:

Campur semua bahan
Uleni sampai kalis
Bentuk sesuai selera
Goreng sampai kuning kecoklatan

Cinta yang Tertinggal

Tatkala hujan mulai reda, Dito berjalan menyusuri jalan setapak sambil meraba wajahnya yang sakit. Nafasnya berat, setiap langkah menimbulkan cipratan kecil dari genangan air. Aroma tanah basah bercampur dengan darah di bibirnya, membuat kepalanya semakin pening. Sesampainya di rumah, ia mengompres wajahnya dengan air hangat sambil merebah di lantai. Lantai dingin itu seolah ikut menyerap rasa perih dan getir yang menyesakkan dadanya.

Menjelang malam tiba, ada suara ketuk pintu yang pelan. Dito melangkah ke pintu dengan tertatih, lampu redup berayun karena angin.