Sebuah dongeng tentang keindahan yang hilang ketika manusia lupa mencintai alam.
Di hutan sunyi, berbisik angin lembut
berdiri pohon, bagai ratu yang anggun
Bukan daun hijau yang menari di cahaya
melainkan permata, berkilau bak bintang jatuh ke bumi
Akar menaut bumi dengan kasih setia
batang menjulang, menaungi jiwa-jiwa
Ranting berkilau, bagai pelukan cahaya
membelai hati, menyalakan rindu yang lembut
Datanglah manusia dengan mata penuh harap
bukan sekadar tamak, tapi terpesona oleh indahnya sinar
Mereka berbisik, “Oh, betapa ajaibnya anugerah ini,”
lupa sejenak akan dunia, terhanyut dalam mimpi
Namun kapak berayun, dan nyanyian pun terhenti
pohon rebah, cahaya perlahan padam
Permata terkumpul, dingin dalam genggaman
sementara hutan meratap, kehilangan cintanya
Harta berlimpah, namun jiwa terasa hampa
udara kehilangan harum, sungai kehilangan nyanyinya
Kekayaan fana tak mampu mengganti keajaiban
saat alam terluka, cinta pun ikut merana
---

